Wednesday, May 26

Kawat Gigi

Hari kelimaku memakai behel. Bawaannya mau liat cermin mulu, takut ada sesuatu nyelip disela-sela gigi, bahkan ketika aku sedang gak makan apa-apa. Jadi parno gitu. Mau nyapa nasabah juga jadi rada sungkan. Kalo cuma dikasih senyum, asli, senyumku+behel ini sangat-sangat terlihat A.N.E.H dan jelek sekali... =_='

jadi ingat hari Senin yang lalu, ketika sarapan disebelah kantor, ada anak kecil cowok dengan seragam TK-nya membeli sarapan untuk bekal bersama ibunya. Ketika melihat aku dan temanku, ia lalu tersenyum-senyum malu. Kami berdua yang emang narsis abis juga GR ma si anak kecil itu. Temanku menyapanya "Adek kecil, TK dimana ?". Si anak kecil itu masih aja tersenyum-senyum. Lalu aku juga mencoba memberikan senyum terbaikku kepadanya dan diapun tersenyum padaku. Lalu aku bicara ma temanku dan senyum si anak kecil itu langsung hilang. Dia ternganga ngeliat mulutku. YUP... tepatnya GIGIku.

Yah, inilah yang dinamakan resiko ^^

Hari pertama pasang behel, dalam waktu lebih kurang 6 jam sudah ada 1 yang lepas karena aku makan malam dengan menu steak kakap,, hahahaha....
Ternyata emang harus makan yang lunak-lunak, banyak minum air putih dan minum Jus.

Resiko lagi, karena aku gak begitu rajin minum air putih dan nge-Jus. Mau tak mau mulai saat ini harus mengamalkan minum air putih dan nge-jus ^^

Tak ketinggalan, sekarang benda wajib aku adalah 4 items ini :
1. Cermin kecil
2. Tusuk Gigi
3. Sikat+Pasta Gigi
4. Listerine.

Monday, May 3

Does'nt Mean Anything.... (Song By Alicia Keys)

Lagi seneng banget ma Lagu2 di Album Terbarunya Alicia Keys. Suaranya Keren, liriknya juga bagus... Mendengar lagu ini, membuat aku takut kehilangannya. let's check it out and sing togethter with me ^^

Used to dream of being a millionaire, without a care
But if I’m seeing my dreams, and you aren’t there
’cause it’s over
that just wont be fair
darling,

rather be a poor woman living on the street,
no food to eat,
cause i don't want no body if i have to cry.
cause it's over
when you said goodbye!

all at once...
i had it all
but
it doesn’t mean anything
now that you’re gone
from above seems i had it all
but it doesn’t mean anything
since you’re gone

now i see myself through different eyes,
it's no surprise!
being alone will make you realize
when it's over!
all in love is fair I shoulda been there, I shoulda been there, I shoulda shoulda.


all at once...
i had it all
but
it doesn’t mean anything
now that you’re gone
from above seems i had it all
but it doesn’t mean anything
since you’re gone

I know I pushed you away
What can I do that would save our love
Take these material things
They don’t mean nothing
Its you that I want

All at once...
I had it all
But it doesn’t mean anything
Now that you’re gone
From above,
Seems I had it all
But it doesn’t mean anything
Since you’re gone

All at once...
I had it all
But it doesn’t mean anything
Now that you’re gone
From above,
Seems I had it all
But it doesn’t mean anything
Since you’re gone

Thursday, March 4

Ready or Not....

Berbicara mengenai siap atau tidak siap, I think it's depend on situation and condition. Jadi ingat quotes dari buku yang pernah aku baca: "Nekad hanya untuk mereka yang tidak tahu. Takut hanya untuk mereka yang tidak siap. Dan Optimis untuk mereka yang tahu dan siap".

Well, jika kita tahu resiko yang bakal muncul dan kita tetap menjalani suatu kondisi/situasi, kita tidak akan dibilang nekad. Jika kita siap menghadapi semua resiko yang (akan) timbul, kita juga gak bakal disebut pengecut. Nah, itu salah satu bentuk kesiapan mental juga kan? Dengan begitu kita akan membuang jauh-jauh yang namanya "Penyesalan" secara kita udah memperhitungkan jauh-jauh hari resiko yang bakal muncul dan kesiapan kita menghadapinya.

Resiko itu gak bisa dicegah. Bagaimanapun usaha dan cara kita, pasti resiko akan muncul. Resiko hanya bisa diminimalisir, agar tidak terjadi resiko yang besar dan merugikan kita. ^_^

So, back to the main topic, we talk about ready or not ready. Aku sendiri berpikiran kalau kita udah tau segala macam resiko dan bagaimana mengelola resiko itu seminim mungkin, bearti kita siap. Kalo masi banyak bingungnya, itu karena kita belum melihat sejauh mana resiko yang bakal muncul.

Menurutku lagi, kalo kita dihadapkan pada dilema, kebingungan dan kebimbangan, paling enggak cari orang yang tepat untuk sharing. Seperti yang selalu orang bilang "dua kepala lebih baik dari satu kepala".

Masalahnya, jika kita termasuk orang yang introvert, atau keadaan yang memaksa kita untuk tidak bisa sharing, yah itu juga bisa jadi kendala. Tapi, se-introvert apapun orang itu, yang namanya manusia menurutku gak akan tahan memendam masalahnya sendirian. Pastilah ia juga punya tempat untuk berbagi. Meskipun apa yang akan diceritakan hanya sebatas kulit-kulit luarnya aja ^_^ hehehehe. Seberat apapun menurut kita keadaan yang kita hadapi, tetap kita harus mencoba untuk sharing ma seseorang.

Mengenai optimis, seperti quote di atas, untuk meraka yang tahu dan siap. Di sini, tetap harus dibarengi ma usaha dan do'a. Semua perlu proses untuk mendapatkan tujuan akhir. Menurutku lagi, Proses dan tujuan akhir itu sama pentingnya. Karena ada sebagian orang yang beranggapan mereka lebih fokus pada tujuan akhir. Sebagian lagi terlalu menikmati proses yang berlangsung dan mengabaikan atau lalai ma tujuan akhirnya. Semua harus balance, right? ^_^

Aku sendiri saat ini sangat menikmati proses dan tetap fokus pada tujuan akhir. Resiko-resiko yang bakal muncul udah dicermati dan beberapa sudah diperhitungkan solusinya. Meskipun resiko itu terus aja muncul dan menampakkan mukanya selama proses berlangsung, aku gak mau ada kata-kata menyesal. Lagian kenapa harus menyesal? Yang memilih kita, yang menjalani kita dan yang mengambil keputusan juga kita. Otomatis, berani mengambil keputusan berani terima resikokan? Kita gak pernah tahu langkah yang kita ambil salah atau benar jika tidak mengambil keputusan untuk melakukannya. Kita hanya bisa meminimalisir resiko yang bakal muncul dari keputusan yang kita buat.

Memang kadang teori itu lebih simpel daripada praktek. Yah, paling enggak aku berusaha dan tetap berdo'a semoga semuanya dimudahkan Allah SWT. KArena dari awal niatnya baik kok ^_* hehehe.....

So, kesimpulan dari topik yang panjang lebar ini, Kita siap dan jalani dengan segala resikonya. Jika tidak siap, berhenti sejenak dan cermati lalu buat pilihan, maju atau tidak. Make it simple.. And do the best.... ^_*


Cheers.......

Wednesday, March 3

When I See You Smile by Bad English

Sometimes I wonder
How I'd ever make it through,
Through this world without having you
I just wouldn't have a clue

'Cause sometimes it seems
Like this world's closing in on me,
And there's no way of breaking free
And then I see you reach for me

Sometimes I wanna give up
I wanna give in,
I wanna quit the fight
And then I see you, baby
And everything's alright,
everything's alright

When I see you smile
I can face the world, oh oh,
you know I can do anything
When I see you smile
I see a ray of light, oh oh,
I see it shining right through the rain
When I see you smile
Oh yeah, baby when I see you smile at me

Baby there's nothing in this world
that could ever do
What a touch of your hand can do
It's like nothing that I ever knew

And when the rain is falling
I don't feel it,
'cause you're here with me now
And one look at you baby
Is all I'll ever need,
you're all I'll ever need

Chorus

Sometimes I wanna give up
I wanna give in,
I wanna quit the fight
And then I see you baby
And everything's alright,
everything's alright

So right...

Tuesday, March 2

selfish.....??

Weekend ini aku berencana pulang ke kampung halaman. Belum apa-apa, ibunda tercinta udah wanti-wanti "jangan diumum-umumkan kalo kamu mau balik ke Pekan yah.... Ntar gak ada waktu buat mama...." Hm... bisa dibayangkan, 2,5 hari di sana, waktuku habis disabotase sang mama... Yah... itung-itung berbakti pada orang tua. (mau berbakti pada ortu aja pake itung-itung, hehehe). Kalau dipikir-pikir mama egois gak sih ? Apa aku juga bisa dibilang egois ? 7 tahun memutuskan hidup merantau dan meninggalkan orang tua....

My Close Friend bilang "Takkan mungkin kita hidup dekat orang tua terus....." Yup. Dia benar.

Beruntungnya aku, punya kedua orang tua yang sejak dulu selalu mendukung keinginan dan cita-citaku. Meskipun selalunya aku harus berdebat (secara rasional tentunya) mengemukakan pendapat dan keinginanku kepada mereka (terlebih ke sang bunda). So far, my parent always accepted my decisions.. ^_^

Wah.. Kangen nih ma my family.... @_@

Friday, February 19

Destiny VS Fate

Destiny.... Takdir.... Hm.... jika berbicara mengenai Takdir, yang ada dalam pikiran kita gak akan jauh-jauh dari kata "misteri". Takdir dan nasib itu berbeda. Sepintas terlihat sama. Namun, jika ditilik dari segi bahasa, ia berbeda.

Seperti yang pernah kubaca, takdir (destiny) itu diartikan sebagai segala sesuatu yang sudah terjadi. Setiap manusia tidak akan pernah tahu bagaimana takdirnya sampai akhirnya ia mengalamainya. Sebelum ia tahu bahwa itu adalah takdirnya, sejatinya ia telah menjalani berbagai usaha dan cara serta do'a untuk kemudian sampai pada takdirnya.
Sementara nasib (fate) lebih kepada pilihan seseorang terhadap hidupnya.

Pendapat lain mengatakan, takdir itu adalah Rancangan atau Blue print Illahi. Segala sesuatu itu tergantung dari rancangan masing-masing dan manusia yang menentukan rancangannya sendiri-sendiri. Manusia dituntut untuk mengusahakan dan mengerahkan segenap kemampuanya (usaha dan do’a). Ketika sampai pada waktunya, maka ia akan menerima keputusan dan inilah yang disebut nasib. Nasib itu merupakan keputusan dari Allah SWT atau kepastian Allah SWT atas pilihan-pilihan yang telah diusahakan tadi.

Kenapa tiba-tiba aku iseng membahas masalah takdir dan nasib ini ? tak lain tak bukan karena sebuah film yang tak bosan-bosannya aku tonton. Genre filmya drama-romantis. Berjudul ”My Sassy Girl”, film Made in America yang diadaptasi dari film Korea dengan judul yang sama.


Beberapa Quotes yang sangat berpengaruh bagiku di film itu adalah:
”Destiny is the bridge you build to the one you love....”

“As for the question of destiny, all I know is that even when destiny really wants to accomplish something, it can do it alone. You still have to go that restaurant. You still have to build a bride, to the one you love…..”


See….. “it can do it alone…” selalu butuh usaha dan do’a untuk sebuah Takdir. Hasilnya adalah Nasib.

bagi yang penasaran ma Filmya, nih aku kasih link-nya ^_^ http://www.imdb.com/title/tt0404254/

Thursday, January 14

curhat

sebenarnya aku bukan tipe pencurhat sejati. Aku lebih nyaman menuangkan segala keluh kesahku di jurnal pribadiku. Hm... apa kabarnya ya My Journal ? udah lama absen niy. Sejak aku punya Roommate memang jarang banget buka laptop di Kamar. Feeling Unsecure aja, hahahaha.

Adakalanya aku merasa jauh lebih baik setelah "curhat", namun tak jarang justru merasa bersalah. Untungnya aku juga orang yang semi terbuka. Kalo Curhat pasti hanya sebatas kulit-kulit luarnya aja. Tapi ya itu tadi, kita juga bakal dapat respons atau tanggapan yg setengah2 dari si pendengar curhat. Pernah sekali aku mencoba curhat "plong", dan hasilnya menakjubkan. Si pendengar memberikan tanggapan yg sangat luar biasa. Pemikiranku juga jadi ikut terbuka. Hal ini nyamannya kulakukan justru ma seseorang yg belum terlalu lama "dekat" denganku a.k.a baru mulai dekat.

Apa karena aku orang yang gak nyaman kalo permasalahanku diketahui banyak orang, karena selalu aja berpikir "kalo aku curhat ma kamu, ga tertutup kemungkinan kamu bakal cerita lagi ke orang lain...." Mulut Botol aja yang bisa disumbat koq... ^_^

Thursday, September 17

percakapan siang kemarin

Topik percakapan ringan dan renyah itu adalah "Rolling". Sebelumnya aku udah ngobrol-ngobrol juga ma rekan seperjuangan, mungkin sudah saatnya kita Rolling. Menambah pengalaman sekaligus belajar. Rekanku juga antusias, karena nurut kami rolling itu perlu selain buat penyegaran yg bisa menyemangatkan kembali gairah bekerja serta menimbulkan kreatifitas dan ide2 cemerlang, rolling juga sangat membantu kalo kita dimutasi kan ke Cabang Baru.

Akhirnya, kita sepakat melemparkan wacana ini langsung ke Pimpinan. Pimpinan menyambut baik usul kami, karena Beliau menyadari memang perlu adanya Rolling dan pada awal kita masuk di kantor baru ini udah ada kesepakatan setiap 6 bln ada rolling (meskipun skrg udah jalan 8 bulan). Namun ternyata Beliau punya sudut pandang lain juga dalam hal Rolling ini. Beliau berkata kepadaku, "Kenapa Ut? Ada masalah di tempat sekarang?". Aku menjawab "Tidak, Pak". Lalu si bos tersenyum dan berkata, "Kalo memang ada masalah ceritakan, kita juga gak boleh menghindar dari masalah. Nanti akan begitu terus". Seketika itu juga aku nangkap maksud si Bos. Ya Allah, batinku, kenapa kata2 Bos membuatku kepikiran trus sampe detik ini ya ? Aku juga jadi ragu apakah memang Rolling ini jadi ajang buat nambah dan sharing ilmu dan pengalaman bagiku atau hanya sekedar lari dari masalah? Setiap org pastilah punya masalah, begitu juga di dunia kerjam tapi tak pernah pula terpikirkan olehku ingin Rolling hanya karena mau lari dari masalah. Seperti yang Bos aku katakan "kita tak bisa terus lari dari masalah, harus kita hadapi". Itu pulalah yag setipa hari aku lakukan dan usahakan (at least memang aku usahakan untuk itu).

Hm.. Memang ternyata Ide Rolling ini bukan menjadi solusi yg tepat buat lari dari masalah. Tapi mungkin saja walaupun aku menyangkal ucapan Bos (sekuat tenaga dalam hati) ternyata hati kecilku sedikit membenarkan ucapan Beliau.....

Saturday, September 5

percakapan ringan

ni percakapan antara aku dan seorang temanku pas kita ngabuburit keliling kota Tanjung Uban dengan VARIO kesayanganku ^^

(U) : *mengendarai VARIO sambil liat kiri kanan menikmati pemandanagan, tiba-tiba pas lewat depan bengkel liat sebuah kendaraan yang unik lalu berkomentar* "eh lucu ya itu...... mirip sepeda......"

(Temenku) : *celingukan-sambil megang henponnya-liat yang aku tunjuk2* "hahaha... iya yaaa..."

(U) : "kreatif.... sepeda bukan ya... mirip ? atau motor ya?"

(Temenku) : "sepeda motor" *dengan kalemnya*

(U) : .................

mengeluh dan melenguh....

apa bedanya mengeluh dan melenguh ?

yup,, benar....
mengeluh Manusialah ahlinya
kalo melenguh mah Sapi dunk...... XD

tapi kalo nurut aku mengeluh tuh lebih kurang ma sapi yaaa... coba aja
kamu tes... gmana kamu mengeluh.... trus ingat2 si sapi, gimana tuh animal kalo melenguh..... hehehehe.....

tapi ya itu dia,,, mengeluh emang udah kebiasaan manusia...
aku juga masi sering ngeluh koq....
baik itu urusan kerja, sakit, dan sebagainya
kalo urusan kerja biasanya aku ngeluh kalo udah tanggal 20 akhir bulan s/d tanggal 5 awal bulan....

kalo udah masuk zona "danger" itu pasti deh kerja dibarengi mengeluh
padahal aku nyadar koq kerja+mengeluh tuh hasilnya gak bagus... selain kita menciptakan aura negatif ke sekeliling kita, mengeluh tuh juga jelek banget dipandang mata.... hihihihihih..... karna apa ? pasti deh terpancar dari wajah kita yg bete dan manyun.....

aku masi berusaha keras belajar dan mencoba terus untuk bekerja tanpa diiringi keluhan ini dan itu....

mudah2an aja aku mampu menjadi seorang pekerja yang gak suka mengeluh lagi... skarang ini tahap mengurangi dululah paling enggak... ^^v

Sunday, March 15

from Dabo with love... Welcome Uban...

mungkin ini baru awal dari perjalanan hidup dan karierku di Perusahaan ini… awal yang sangat indah dan berkesan..

sekedar flasback, Bulan Mei 2008, pulang ESQ pengumuman penempatan OJT keluar. tanpa ada perasaan gamang namun tetep deg-degan aku pergi ngeliat di Kantor Pusat. baru aja sampe, teman ku langsung bilang “ut, ko di dabo singkep”

sepupuku langsung kaget, sementara aku hanya tersenyum dan segera melihat kertas yg tertempel di dinding kantor SDM..

yup,,, tertulis dengan jelas,,

dabo Singkep

1. Titin Shinta Nova, SE

2. Erni Utari, SH

3. riKy werli, ST

4. Ulia Munandar, Amd

waktu itu cuma tersenyum2 aja pas teman2 nanyain “dapat dmana?”

bukan aku yg jawab tapi sepupu dan teman ku yg pertama kali ngasi tau itu… “dabo singkep”

teman2 pun pada kasi komen simpati dan kami saling berjabat tangan….

perasaan saat itu masi biasa2 aja, bahkan sdkt excited karna aku bakal pergi ke daerah yang benar2 baru dan jujur aku pun baru aja dengar ada daerah itu pas pelatihan dengan pak danel eddy.. hahahaha (stupid)



orang tua khwatir, jelas… rada susah meyakinkan mama, tapi papa jauh lebih tegar,, (halaaah… macam, mau apa aja… hehehehe)

so,,, berangkatlah aku bersama ke 3 teman baruku, kak titin, bang riki dan ulia….



dabo singkep tak sperti yang aku pikirkan, malah lebih dari itu….

4,5 bulan berada di sana sangat2 berkesan. teman-teman di kantor, semuanya..

Atasan, senior, terima kasih atas semuanya ^_^

nasabah2 dan masyarakatnya yang sangat baik dan ramah, juga pantai-pantai yang pernah aku kunjungi. belum termasuk tempat2 makan favorite aku… hahaha… ini yg bikin kangen… makanan dsana khas… merasa kehilangan juga tapi yaaah,,, this is life… :-)

4,5 bulan di dabo singkep, membuka cakrawala baru bagiku, memberi arti kehidupan baru dan belajar lebih menyayangi diri dan menghargai diri sendiri juga orang lain.

4,5 bulan di dabo membuat ku berubah memahami tentang “rasa”, “hidup”, “sahabat”, “kebersamaan” dan paling penting “kekeluargaan”



semua yang di kantor adalah keluarga baruku.. i love them a lot….

tak cukup ucapan terima kasih mungkin… (berkaca-kaca… hehehehe)



sekarang, di tempat yang baru, pengalaman baru lagi.. memaknai hidup lagi dan tentunya harus semangat ut !!



dabo singkep telah lewat dan menjadi kenangan yang paling berkesan,,

now.. welcome to tanjung uBan….. my nu place…

semoga jauh lebih baik dari dabo Singkep

amin..

Likes n Dislikes

Aku suka berada di sini. Memandang jauh ke depan, ke kiri dan ke kanan. Semuanya lepas dan bebas. Udara yang hangat membakar wajahku. Namun aku suka. Semua yang ada di sini bergerak seiring irama debur ombak. Lambaian nyiur yang dibelai angin bergerak pelan bersamaan ombak yang menyapu bibir pantai. Semua begitu indah di mata, begitu merdu di telinga. Aku suka berada di pantai. Memandang jauh ke depan, ke kiri dan ke kanan.

Aku selalu berangan menjadi ikan lumba-lumba. Berenang bebas menuju horizon. Menjemput senja dan mengantarkan pagi. Begitu inginnya sampai aku kadang tak mampu menahan diri. Aku hanya bisa mengalihkan pandangan ke atas. Memandang cakrawala. Untuk menyurutkan niatku berjalan menuju datangnya ombak.
Berada di sini, membuatku sedih, sepi, sekaligus bahagia. Setelah aku merasa sedih, selalunya bahagia itu datang menghampiri. Bukankah di dalam hidup juga seperti itu?

Seorang sahabatku menyukai bandara. Dia merasa senang berada di bandara. Ada perasaan bahagia jika berada di sana, katanya. Di bandara, semua ide akan datang tanpa diundang. Bandara memberikan sebuah harapan, impian, juga kesedihan. Bagiku, bandara tak lain sebuah tempat datang dan perginya pesawat. Tak jauh beda dengan stasiun atau pelabuhan kapal. Meskipun aku senang pantai dan laut, aku tak menyukai pelabuhan kapal. Terlalu ramai, berisik dan berbahaya. Memang bandara jauh lebih nyaman, namun tetap bukan apa-apa bagiku. Begitu juga kita memandang sesuatu dalam hidup kita kan?

Menurutku pantai dan laut sangat berarti. Menurut mereka, biasa-biasa saja. Kita menyukai sesuatu tanpa alasan. Benarkah demikian? Salah. Buktinya aku membeberkan alasan-alasan kenapa aku suka berada di pantai. Kita membenci sesuatu tanpa alasan. It’s nonsense. Lalu kenapa kita tidak bisa mencoba untuk menyukai apa yang orang lain suka atau tidak membenci apa yang orang lain senangi.

Thursday, March 12

coffe at luna's by chuck martin

seorang teman meminjamkan sebuah buku. dari luar, bentuk fisik bukunya sangat menarik. sampul edisi hardcover, dibalut dengan warna merah "bank riau" dan tampilan judul yang sedap dipandang mata. gambar secangkir kopi yang seakan-akan bisa tercium aromanya. disampulnya tertera tulisan " 3 rahasia sukses mengembangkan diri, kehidupan pribadi, dan bahagia di tempat kerja".
menarik sekali. ketika nasabah sepi, saya tidak tahan untuk tidak melirik isi buku ini. dari sekedar melirik, akhirnya tak bisa lepas dan keterusan membaca sampai datangnya jam istirahat. tapi jangan menuduh saya korupsi waktu. saya membaca buku ini karena memang nasabah lagi tidak ada kok.
bukunya tipis, dan hanya berisikan 134 halaman. buku Harry potter 700 hal aja bisa saya lalap habis dalam 2.5 hari, apalagi buku ini. tapi ternyata saya salah. buku in berbeda dan perlu pemahaman. dalam waktu lebih kurang 30 menit, baru 1/2 halaman yang ada yang saya baca.
ada 3 poin utama yang disajikan pada buku ini.
1. menemukan (berhenti, amati dan dengarkan)
2.ubah
3.bagikan.
saya baru membaca sampai poin kedua.
so far,, hanya inilah yang baru bisa saya "bagikan" pada tulisan kali ini... :-)
karena keterbatasan waktu, jam istirahat akan segera berakhir...

Sunday, March 1

demam nge-blog

Nge-blog bukan hal yang asing bagiku. Waktu demam Friendster dulu, aku udah punya blog sendiri, "my journal". Ditulis dengan gaya bahasa sendiri, hanya untuk sharing pengalaman dan cerita ringan. Blog itu sendiri kutulis ketika masa-masa kuliahku di Universitas Andalas, Padang. Sebenarnya konsep 'blog' ini seperti sebuah buku diary, buku curhat. Sejak SD aku udah punya diary. mulai dari diary yang konsepnya tulisan teman2 satu kelas, yang menuliskan nama lengkap, nickname, makanan fave, motto, warna fave... jadul banget lah.... Sampai diary yang aku tulis buat konsumsi pribadi. Dan akhirnya aku tau kalo ada diary yang bisa di share lewat dunia maya dan ternyata jauh lebih menarik. kita bisa berbagi info, tips. keluh kesah, melampiaskan amarah dan sebagainya.

inilah konsep blog aku sekarang... ringan dan renyah.....

untuk pembuka, rasanya tulisan ini cukup.

Selamat membaca... Just Relax n Enjoy it ^^